BANDAR SAHAM

 Bandar Saham itu apa?

Menurut definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi Bandar adalah:

Kata kuncinya adalah pada poin 3 dan poin 5, Sehingga dapat kita artikan Bandar Saham adalah Pelaku Pasar Modal yang punya dana besar dan dapat menggerakkan harga saham.

Ilustrasi film Baazaar yang menceritakan tentang trader stock market

(source: https://timesofindia.indiatimes.com)

Apakah Bandar Saham musuh retail?

Keberadaan Bandar Saham bukan untuk dilawan oleh Investor Retail, berapapun dana Investor Retail akan ditelan Bandar Saham. Lebih baik kita mengikuti jejak aksi Bandar Saham, membuntutinya ketika dia menggerakkan harga dan dapat mengambil keuntungan dari aksi tersebut tanpa mengganggu kerja Bandar Saham.

Prilaku Bandar Saham bagaimana?

Bandar saham dalam melakukan aksinya bisa dengan banyak motif:

  1. Akumulasi dan Harga Naik
  2. Akumulasi dan Harga Turun
  3. Distribusi dan Harga Naik
  4. Distribusi dan Harga Turun

Tentu aksi no. 1 & 2 yang dapat kita ikuti karena yang kita cari potensi harga saham tersebut dibawa naik.

Bagaimana supaya tahu Bandar Saham sedang Akumulasi dan Distribusi?

Aksi Bandar Saham tercermin di Broker Summary, berapa banyak Rp saham di beli dan di jual dalam suatu periode tertentu dan oleh beberapa broker/sekuritas (karena umumnya aksi Bandar Saham tidak sendirian).

Bagaimana kita tahu berapa Rp yang di Akumulasi / Distribusi dan harga Bandar Saham?

Dengan Bandar Detector Stockbot, kita bisa mengetahui aksi Akumulasi / Distribusi Bandar Saham periode tertentu yang dianggap dapat mewakili strategi swing trading, seperti di bawah ini:

  1. Kolom (Periode) adalah periode aksi Bandar Saham selama 1 hari, 5 hari dan 10 hari (periode ini dianggap mewakili swing trade);

Pada umumnya proses akumulasi atau distribusi oleh bandar bisa memakan waktu lebih dari 1 bulan namun Stockbot hanya mengambil 10, 5 dan 1 hari data terakhir untuk menjadi bahan analisa dengan mendapatkan perbandingan nilai pada setiap periode.

Bandar-Detector-Stockbot

 

2. Kolom (Value) menerangkan nilai transaksi bandar/broker, chart Histogram menjelaskan nilai dan fluktuasi aksi Bandar Saham per hari;

Bandar Detector Stockbot menggunakan data net buy dan net sell dari top 5 broker pada saham yang di Analisa.

Contoh perhitungan pada penutupan bursa tanggal 7 Mei 2019 pada transaksi emiten BBCA.

Periode 1D : hasil netting dari net buy dan net sell dalam periode 1 hari (tanggal 7 May)

Bandar-Detector--Stockbot

Periode 5D : hasil netting dari net buy dan net sell dalam periode 5 hari (tanggal 7, 6, 3, 2 Mei dan 30 April)

Bandar-Detector-Stockbot

Periode 10D : hasil netting dari net buy dan net sell dalam periode 10 hari (tanggal 7, 6, 3, 2 Mei dan 30, 29, 26, 25, 24, 23 April)

Bandar-Detector-Stockbot

Summary:

Bandar-Detector-Stockbot

3. Kolom (Bandar AvgP) menerangkan harga rata-rata Bandar Saham yang berguna sebagai level Resisten dan Support dari Bandar Saham dalam melakukan aksinya;

Summary:

Bandar-Detector-Stockbot

 

4. Kolom (Tape Reading Signal) menerangkan aksi Bandar Saham;

Accumulation = Bandar melakukan Pembelian.

Distribution = Bandar melakukan Penjualan.

Netral = Kekuatan Bandar melakukan Pembelian dan Penjualan seimbang.

Bandar-Detector-Stockbot

 

5. Summary Net Buy atau Net Sell;

Merupakan penjumlahan dari value transaksi Bandar saham selama periode 1, 5 dan 10 hari.

Bandar-Detector-Stockbot

 

Tips menganalisa Bandar Saham :

Jika dalam periode 1D, Bandar saham melakukan proses Accumulation atau Pembelian dengan nilai ½ (setengah) atau sama dengan 30% (1D ≥ 30% – 50%) dari total transaksi per hari tersebut, maka ini dapat dijadikan sebagai indikasi Bandar Saham dalam aksi strong accumulation / pembelian yang serius. Selanjutnya bila memang Bandar Saham memiliki motif mengumpulkan “barang” dari para retail maka keesokan harinya akan terus melakukan pembelian bertahap (1 hari, 5 hari dan 10 hari) hingga terkumpul sesuai targetnya sebelum menggerakkan harga dan distribusi pasar. Proses yang konsisten dalam mengumpulkan barang ini dapat di lihat pada histogram yang cenderung menunjukkan bar hijau dan sebaliknya bila melakukan distribusi cenderung ditunjukkan oleh bar berwarna merah.

Berdasarkan Analisa Bandar Detector di atas kita dapat mengetahui value (Rp) akumulasi dan distribusi sehingga bisa membandingkan aktivitas Bandar Saham dalam periode 1 hari terhadap 5 hari dan 10 hari, termasuk harga rata-rata akumulasi dan distribusi Bandar Saham yang dapat kita jadikan asumsi Resisten dan Support Bandar Saham. Harga Resisten dan Support bandar saham ini dapat digunakan sebagai acuan kita untuk entry dan exit market dalam usaha mengikuti aksi Bandar Saham.

Tidak ada aturan khusus untuk menganalisa Bandar Saham karena teori ini adalah sebagai turunan dari analisa-analisa saham modern yang semakin berkembang saat ini, trader bebas berimprovisasi  dalam menganalisa dan berasumsi sehingga strategi tradingnya lebih baik lagi.

Apa keputusan Bandar Saham?

Bandar Saham dalam tiap aksinya bebas memutuskan apakah hari ini harga sahamnya akan dinaikkan atau diturunkan, tujuannya tetap yaitu melakukan akumulasi atau pembelian untuk mencari untung di mana untuk bisa untung Bandar Saham harus menjual di atas harga rata-rata pembeliannya. Cepat atau lambat, setelah Bandar Saham akumulasi, harga saham akan dibawa naik. Kesimpulannya, tujuan Bandar Detector ini adalah untuk mengikuti dan menyesuaikan rencana trading kita dengan apa yang sedang dilakukan Bandar saham.

Apa rencana Trader?

Trader dapat menggunakan nilai-nilai dari hasil Bandar Detector dan mengkombinasikan dengan Analisa Teknikal Saham yang akhirnya dapat menyimpulkan aksi Bandar Saham apakah no. 1 atau no.2 dan/atau Bandar Saham sedang melakukan aksi no. 3 atau no.4. Bandar Saham yang sedang membeli atau Investor Retail yang sedang membeli dan Bandar Saham sedang jualan.

Tentu aksi no.1 yang dapat kita ikuti yaitu Bandar Saham melakukan akumulasi dan harga naik sehingga Bandar Saham dan kita dapat sama-sama profit alias cuan, namun terkadang Bandar Saham dalam aksinya tidak langsung menaikkan harga sahamnya seketika, proses mengumpulkan “barang” dari para retail membutuhkan waktu, sehingga selama proses ini berlangsung Bandar Saham terkadang menurunkan harga (mark down) seperti aksi no.2 dengan tujuan mendapatkan volume lot sebanyak mungkin dan harga serendah mungkin.

Jika di rasa cukup volume “barang” yang diinginkan, proses selanjutnya melakukan profit taking, selama proses profit taking yang normal, harga telah naik hingga level tertentu dan Bandar Saham kemudian melakukan distribusi atau penjualan bertahap seperti aksi no.4, namun kadangkala Bandar memainkan peran “antagonis” nya yaitu dengan berpura melakukan pembelian di harga atas (mark up), kadang membuat gap harga, sehingga investor retail tertarik untuk ikut membeli, apabila rencana ini berhasil dan retail membeli, maka Bandar saham secara diam-diam merubah aksinya seketika dari beli menjadi jual seperti aksi no.3.

Harapan kami, dengan fitur Bandar Detector ini dapat membantu trader menganalisa dan membuat keputusan lebih cepat sehingga tidak terjebak aksi-aksi Bandar Saham yang tidak diinginkan, namun berhasil ‘mbonceng” aksi akumulasi Bandar Saham yang sesungguhnya dan bisa profit.

 

Tutorial Bandar Detector : https://www.stockbot.id/tutorial/bandar-detector/

 

Ikuti Aksi nya = Follow The Giant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *