Buy & Sell Power ( Real Supply & Demand Volume)

Kekuatan antara buy and sell biasa nya di market kita sebuat dengan istilah Bull vs Bear. Dimana setiap hari di market tentu adanya kebutuhan masing – masing trader retail atau intitusi yang melakukan transaksi membeli atau menjual suatu instrument saham baik itu dalam skala kecil atau pun besar sesuai kebutuhan mereka. Dari transaksi tersebut tentu memiliki indikasi yang dapat menentukan pergerakan harga di masa akan datang , apakah harga akan bergerak naik atau turun. Umum nya bila di dominasi oleh penjual atau supply lebih besar dari pada demand maka kecendrungan harga akan turun dan sebaliknya.

Namun untuk mem-validasi kecendrungan gerakan harga tersebut tidak lah dapat di cermati dengan mengambil sample data satu hari namun harus memiliki catatan minimum sepuluh hari untuk mendapatkan keakurasian seberapa serius transaksi tersebut terjadi berdasarkan kekuatan supply & demand, tentunya yang dapat mengerakan harga adalah para big shark atau pemain besar yang memilki dana yang besar saat melakukan pembelian ataupun penjualan.

Namun sebagai retail trader (pemain kecil) kita dapat menmanfaatkan pergerakan para big shark tersebut dengan cara memfollow saat mereka beli dan jual tentunya dengan mencermati beberapa data yang berkaitan dengan supply dan deman power.

Di Stockbot terdapat menu yang bernama BuySell Power (BSP) adalah sebuah fitur analisa yang berhubungan dengan volume dan harga. Karena ini berkaitan dengan technical analysis dengan menggunakan data historis serta adanya perhitungan statistic maka di kalangan chartis menyebutkannya dengan istilah Price action analysis.

Price action analysis umumnya menggunakan dua parameter dalam mengukur suatu pola pergerakan yaitu dengan mengkombinasi antara harga dan volume yang terjadi di market.

Formulasi perhitungan Buy & Sell Power ini berbeda dengan cara menghitung analisa volume yang ada di market pada umumnya. Dimana volume analysis yang biasanya di gunakan adalah menggunakan total volume yang terjadi di market lalu mengkombinasi dengan beberapa factor untuk dapat menemukan kekuatan beli atau jual.

Namun berbeda dengan teknik yang di gunakan oleh fitur Buy & Sell Power(BSP) di Stockbot.

Dimana  BSP membagi setiap transaksi menjadi dua data yaitu data transaksi yang terjadi di bid and di offer. Apa itu bid dan offer silahkan click di sini.

BSP mengasumsi bahwa hukum supply dan demand di market itu valid adanya dan hal tersebut dapat di lihat seberapa besar minat investor / trader melakukan pembelian apakah di area bid atau offer.

Bila transaksi dominan terjadi di area bid maka dapat di simpulkan sebagai adanya kekuatan jual lebih besar dari pada kekuatan beli sehingga menghasilkan nilai min (minus), dan sebaliknya bila transaksi dominan terjadi di area offer maka dapat di simpulkan sebagai adanya kekuatan beli dan menghasilkan nilai plus (positif). Bila seimbang maka kedua kekuatan tersebut netral atau equal.

Dari pola ini maka terbentuklah hukum dagang antara kekuatan supply dan demand bila harga naik hal tersebut di akibatkan supply berkurang dan sebaliknya.

Pada indicator BSP ini semua telah kami rangkum lebih komprenhensif untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat untuk membantu kita dalam melakukan technical analysis.

Tampilan Bid Offer di Online Trading Platform:

Metode yang di lakukan indicator BSP adalah sbb :

  1. Mencatat transaksi volume dan harga di area Bid yang terjadi di sebuah saham.
  2. Mencatat transaksi volume dan harga di area Offer yang terjadi di sebuah saham.
  3. Menjumlahkan kedua transaksi tersebut untuk mendapatkan nilai min atau plus.
  4. Menjumlahkan kedua transaksi tersebut untuk mendapatkan nilai transaksi (trade value)
  5. Mendapatkan harga rata-rata yan terjadi di hari tersebut.

Semua transaksi tersebut akan di simpan dalam database selama waktu sepuluh hari. Kenapa hanya sepuluh hari ? karena indicator ini di desain untuk short term trader/swing serta saat ini data yang dapat kami olah di engine stockbot hanya untuk periode 10 hari, namun menurut riset team kami bahwa 10 hari tersebut sudah cukup membantu dalam mengambil keputusan dan  tentunya dengan mengkombinasikan dengan indicator yang lain agar mendapatkan validitas yang lebih tinggi.

Cara membaca BSP

Bila nilai volume transaksi di sebuah saham lebih besar terjadi di bid maka system menyimpulkan adanya minat sell atau penjualan lebih dominan dari pada buy, begitu pula bila transaksi volume di saham tersebut lebih dominan terjadi di offer maka dapat di katakan adanya minat beli di market cukup kuat.

Bila telah terbuka menu BuySell Power maka akan tampil data list saham – saham yang kita inginkan.

Dari data tersebut dapat di lihat ada Simbol mewakili kode saham contoh untuk saham AALI:

1D mewakili data 1 hari terjadi transaksi 8,82 miliar rupiah. Yang artinya di hari pertama 1D saham AALI terjadi minat beli sebesar 8,82 miliar rupiah.

5D untuk melihat data 5 hari kebelakang mendapatkan nilai -6.13 miliar rupiah.

10D melihat data 10 hari kebelakang mendapatkan nilai -15.9 miliar rupiah.

Total adalah hasil penjumlahan dari data 1D + 2D+ 3D dst hingga 10D mengghasilkan nilai Rp.29.56 miliar.

Untuk melihat lebih detail dalam bar chart silahkan di click pada saham AALI tersebut maka akan tampil informasi sbb :

 

 

Harga terakhir (close price) 11,225
Change Point (Rp) 25 atau 0.22%
Total nilai transaksi harian : 29,56 B(miliar)

Terlihat informasi detail BSP untuk saham AALI pada menu BuySell Power.

Periode 1D , 5D , 10D mewakili penjumlahan total. Pada menu ini perhitungan 5D adalah menjumlahkan transaksi harian 1D hingga 5D maka di dapatkan angka 41,95B (miliar).

Dan begitu juga untuk 10D dengan menjumlahkan total 1D hingga 10D sebagai berikut : 8,82+41,95 = 50,77 dan di kurangi -21,21 sehingga mendapatkan nilai 29,56 karena masih plus maka di asumsikan terjadinya akumulasi sebesar 29,56 miliar selama 10 hari.

AvpP adalah harga VWAP di hari 1D ,5D dan 10D.

Bar Chart di bagian bawah yang berbentuk seperti volume tersebut mewakili data harian 1D ,2D,3D,4D,5D,6D,7D,8D,9D,10D ( D= hari)

 

 

 

 

 

 

Cara menggunakan fitur BSP.

  1. Perhatikan pola pergerakan harga chart apakah masih berada di area OS atau OB
  2. Perhatikan pola candlestick dan volume transaksi harian
  3. Perhatikan nilai 1D ,5D dan 10D masing-masing nilai tersebut dapat mencerminkan kekuatan
  4. Perhatikan juga AvpP harga rata-rata harian.
  5. Perhatikan nilia Net Buy/Sell.

Dari informasi di atas maka dapat di asumsikan apa yang akan terjadi untuk kedepan hari untuk saham yang kita amati. Pada contoh ini AALI mengalami Net Buy Rp. 29,56 Miliar di mana nilai transaksi volume harian Rp. 29.90 Miliar Pola candlestick membentuk hammer di sertai volume lalu harga Close di atas harga rata AvgP 1D serta harga sehingga memberikan indikasi bahwa untuk beberapa hari kedepan saham AALI akan melanjutkan kenaikan.

Perlu di perhatikan juga bila terjadi koreksi untuk saham AALI bila tidak berhasil naik esok hari

Batas support nya adalah di AvgP di 10,105 yang dimana di area tersebut terjadi akumulasi yang cukup besar senilai 41.95 Miliar rupiah. Sehingga area ini harusnya akan di tahan oleh pihak bulls agar tidak terjadi penurunan yang lebih besar.

Namun indicator BSP ini sebaikanya di kombinasikan juga dengan indicator lainnya yang ada pada Stockbot seperti Bandar Dectector , Foreign Flow , Stochasitic dll nya.

 

Semoga dengan adanya tambahan indicator BuySell Power di aplikasi Stockbot dapat menambah wawasan serta dapat memberikan kontribusi positif dalam transaksi di bursa saham.

Salam Profit

Stockbot Team